Mari di baca yuuk hehehe……..
Shalat ternyata tidak
hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat
paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat
adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
Allah Subhanahu
Wata'ala, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh
ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai
ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri.
Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui
manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut
berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Shalat merupakan
praktik lahir dan batin: serangkaian latihan jasmani, dan makanan rohaniah
yang paling kaya. Dengan membicarakan tiap aspek ini secara agak detail, kita
dapat mengetahui mengapa kaum sufi dalam banyak hal berpikir lebih baik mati
daripada tidak shalat.
A. PENGERTIAN SHALAT
Kata `shalat ‘dalam bahasa Arab
diterjemahkan sebagai doa atau sembahyang, dan juga permohonan ampun, belas
kasih, dan kasih sayang. Para sarjana Barat sayangnya telah salah dalam
mengemukakan konsep shalat yang benar dengan menerjemahkan kata itu hanya
sebagai `doa' atau`sembahyang'. Sebenarnya, praktek shalat sangat khusus dan
merupakan ciri kehidupan religius yang sangat unik dan pokok dalam Islam.
Berdo’a dengan kata
lain mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’
adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan
takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah
kepada Allah menurut syarat – syarat yang telah ditentukan.
Menurut Hasby
Asy Syidiqi : shalat yaitu beberapa ucapan dan perbuatan yang
dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadah
kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan. Adapun secara
hakikinya ialah “berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan
takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesaran-Nya dan
kesempurnaan kekuasaan-Nya” atau “mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada
Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua –
duanya”.
Shalat merupakana interaksi antara
hambanya dengan Allah.
Dalam pengertian
lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya
sebagai bentuk ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari
beberapa perkataan dan perbuatan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan
bahwa shalat adalah merupakan ibadah kepada Allah, berupa perkataan dengan
perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat
dan rukun yang telah ditentukan. Juga shalat merupakan penyerahan diri (lahir
dan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon ridho-Nya.
Nabi Muhammad
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diriwayatkan pernah berkata, "Yang membedakan
antara orang yang beriman kepada Allah dengan orang yang tidak beriman
kepada-Nya adalah pelaksanaan shalat". Diperkuat oleh
sabda beliau : "Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa
melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikitpun perbuatan
baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)" (Hadist Riwayat
Tabrani).
A. PENEMUAN
YANG MENGAGUMKAN
Seorang Doktor Neurologi berkebangsaan Amerika (Dr. Fidelma) dalam
penyelidikannya beliau menemui beberapa keajaiban dalam gerakan shalat,
sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Setelah memeluk Agama Islam
dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu telah membuka sebuah
klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan
melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat
didalam Al-Quran. Di antaranya berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan
sebagainya.
Menurut Doktor
tersebut sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di
dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak
manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu lama, akhirnya dia menemukan
bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan
ketika seseorang tersebut sujud (shalat). Urat tersebut memerlukan darah untuk
beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat
tersebut mengikut kadar shalat lima waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah
keagungan ciptaan Allah. Jika kita tidak menunaikan shalat maka otak kita tidak
dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena
itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam
"sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan
oleh Allah dengan agamanya yang indah ini. Shalat itu Membuat Otak Kita
Sehat. "Maka dirikanlah Shalat karena
Tuhanmu dan Berkurbanlah'' (QS. Al Kautsar
: 2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar